Rabu, 05 Mei 2010
Guru Walet
Suatu hari saya pernah ke sampit Kalimantan tengah, saya diajak keliling tuan rumah untuk melihat-lihat rumah walet yang ada di segala penjuru kota. Meskipun kotanya kecil, Sampit merupakan salah satu sentra penghasil sarang walet terbesar di tanah air. Apalagi di depan sana ada kota kecil bernama Samuda. “Jika menjelang malam, kita akan menyaksikan jutaan walet yang masuk ke sarang.”
“Menjadi pengusaha walet itu susah tidak?” tanya saya. “Tergantung. Apakah kita menguasainya tidak,” ujarnya. “Meskipun begitu, jika kita punya modal, ada cara yang lebih mudah, yaitu menghubungi guru walet. Dia akan mengurusi semua bisnis ini mulai pembangunan sampai panen. Dia minta bagian 25% dari hasil panenan.” jadi, meskipun orang itu tidak mempunyai modal, jika dia punya keahlian, dia bisa kaya.
bayangkan, jika setiap rumah walet dia mendapat 25%, artinya jika dia mengerjakan empat rumah walet dengan ukuran yang sama, dia sudah memiliki satu rumah walet yang hasilnya sepenuhnya miliknya. Hitung saja jika dia dipakai oleh banyak pemodal. itulah sebabnya mengapa Tuhan itu adil. Orang yang punya keterampilan pasti diberkati. Oleh sebab itu, marilah kita kembangkan keterampilan kita. Pada Hari Pendidikan Nasional ini, apa yang bisa kita sumbangkan bagi bangsa dan negara ?





0 komentar:
Posting Komentar