Kamis, 01 April 2010
KEGAGALAN BUKAN AKHIR SEGALANYA
Bagi Sparky, sekolah adalah sesuatu yang mustahil untuk bisa ia selesaikan dengan baik. Ia gagal hampir dalam setiap mata pelajaran di kelas dua SMP. Ia gagal dalam ujian Fisika di SMU, bahkan mendapat nilai nol. Sparky juga gagal dalam mata pelajaran Bahasa Latin, aljabar, dan Bahasa Inggris. Prestasinya dalam mata pelajaran Olah Raga pun tidak jauh berbeda. Walaupun ia berhasil masuk tim golf sekolah, tetapi dengan segera ia kalah dalam musim pertandingan utama. Bahkan dalam pertandingan memperebutkan hadiah pun ia kalah.Di sepanjang masa mudanya, Sparky selalu canggung dalam bergaul. Bukan karena ia tidak disukai para pelajar lain, tetapi karena memang ia tidak cukup berarti sehingga tidak ada yang peduli kepadanya. Sebab itu ia akan heran bila ada teman sekelas yang menyapanya di luar jam sekolah.Kita tidak bisa menduga apa yang terjadi bila ia pergi berkencan. Di SMU, Sparky tak pernah mengajak seorang gadis pun pergi berkencan. Ia terlalu takut menghadapi kemungkinan ditolak.Sparky adalah seorang pecundang. Ia dan teman-teman sekelasnya, bahkan semua orang tahu itu. Ia menjalani hidup seperti air mengalir dan menerima semuanya begitu saja. Sejak awal hidupnya, Sparky merasa yakin, bahwa jika memang ia akan berhasil, maka hal itu akan terjadi dengan sendirinya. Jika tidak, ia akan menghibur diri dengan pikiran bahwa memang ia sudah ditakdirkan menjadi orang yang biasa-biasa saja.Tetapi, ada satu hal yang sangat menyenangkan bagi Sparky, yakni menggambar. Ia bangga pada setiap karya seninya. Tentu saja tak ada orang lain yang menghargai kelebihannya itu. Pada tahun terakhirnya di SMU, ia menyerahkan beberapa lukisan kartunnya kepada redaksi yang menyusun buku tahunan sekolah. Sayang, semuanya ditolak. Meskipun begitu, Sparky tetap begitu yakin pada kemampuannya sehingga ia memutuskan untuk menjadi seniman profesional.Setelah menyelesaikan SMU, ia menulis surat lamaran ke studio Walt Disney. Ia diminta mengirimkan contoh-contoh karyanya, dengan tema yang telah ditentukan. Ia menghabiskan sejumlah besar waktu untuk mengerjakannya dan untuk menggambar kartun-kartun lain yang juga diserahkannya. Akhirnya, studio Walt Disney memberikan jawaban. Sekali lagi ia ditolak. Sebuah kelelahan lagi bagi si pecundang.Maka Sparky memutuskan untuk menulis otobiografi dirinya sendiri dalam bentuk kartun. Ia menggambarkan dirinya pada masa kecil sebagai tokoh utamanya, seorang bocah lelaki pecundang yang tidak pernah mencapai prestasi yang berarti. Dan tokoh kartun itu dengan segera menjadi terkenal di seluruh dunia.Sparky, bocah kecil yang jarang berhasil di sekolah dan yang hasil karyanya ditolak terus menerus ini adalah Charles Schulz. Charles Schulz adalah orang yang menciptakan cerita bergambar “Peanuts” dan tokoh kartun kecil yang layang-layangnya tak pernah terbang dan tak pernah berhasil menendang dalam permainan sepak bola,Charlie Brown.***Kiranya menginspirasi hidup anda hari ini....mungkin anda sedang mengalami 'goncangan' dalam 'dunia' anda, apakah itu bisnis, keluarga, pelayanan....bisa jadi itu kegagalan, tapi bila anda bisa menemukan satu titik kekuatan dari pengalaman itu, bisa jadi itulah awal dari sebuah keberhasilan anda...
Salam
Alfred prio





0 komentar:
Posting Komentar